Selasa, 21 April 2020

Apakah Dropship Masih Oke?

Halo sahabat pemuda kaya. Di era digital ini pasti kalian tidak asing dengan istilah dropship kan? Bisa di bilang dropship itu “the next level” nya makelar. Kurang lebih dropship memiliki sistem yang sama dengan makelarisasi tapi dengan bumbu – bumbu marketplace di dunia digital. Buat kalian yang belum mengerti dropship, begini skema singkatnya.


Konsep Dropship


Kamu seorang pemuda ngaggur yang pingin kerja tapi belum ada panggilan. Kamu akhirnya memutuskan untuk menjadi dropshiper. -> Kamu mencari toko online yang menurut kamu barangnya ok dan cukup menjanjikan “bisa di mark up”.  -> kamu meng upload ulang foto foto produk dari toko tersebut ke marketplace, Instagram, facebook, twitter, whatsapp, semua deh. Dengan harga yang sudah kamu mark up atau naikin hargannya. -> lalu ternyata ada yang melihat foto yang kamu upload dan tertarik -> akhirnya mereka beli barang ke kamu katakanlah beli lipstick seharga 25k -> kamu menerima uang dari buyer dan kamu beli produk lipstick seharga 15k di toko supplier -> barang langsung kamu arahkan ke alamat pembeli dan tada kamu untuk 10k dari penjualan tersebut.
Sekarang paham kan tentang konsep dropship?

Tren Dropship


Karena penerapannya yang cukup mudah dan iming iming yang menjanjikan banyak orang terutama anak muda milenial dan generasi Z berlomba – lomba memulai dropshop barang. Terbentuklah tren bisnis masa kini “Dropship”. Dropship nyatanya bukan dimainkan pasar kecil loh. 

Banyak ternyata toko toko online yang terlihat cukup besar ternyata menggunakan sistem dropship. Ada toko besar yang memang sama sekali tidak stok barang melainkan menjual barang dari supplier yang lebih besar.

Ada juga pemain besar yang memanfaatkan sistem dropship ini sebagai pasar mereka, jadi pemain besar cukup cari reseller atau dropshiper sehingga produk akan di promosikan secara otomatis.

Peluang Dropship


Tren dropship tentu di dukung dengan adanya peluang – peluang yang menjanjikan. Iming – iming penghasilan yang besar dengan kegiatan yang santai. Pekerjaan yang fleksibel dan bisa dilakukan dimana saja. Selain itu dropship sudah dapat dilakukan hanya dengan modal smartphone atau handphone kamu di tambah koneksi internet yang mungkin bisa kamu dapat gratis entah di kampus, perpustakaan atau bahkan balai desa.

Masalah Dropship


Tapi terlepas dari itu nyatanya tidak banyak dropshiper yang sukses. Sekitar 80% an dropshiper adalah pemula dan coba – coba. Tidak jarang mereka mengalami kegagalan dan tidak melakukan penjualan sama sekali.

Ada banyak masalah dalam dunia dropship selain tidak adanya penjualan. Masalah utama yakni supplier. Kadang kita sudah berhasil mendapatkan konsumen yang hendak membeli namun supplier sangat lambat merespon dan barang lama sampai.

Belum lagi kini marketplace besar seperti tokopedia mulai membatasi pergerakan dropshiper. Bukan tanpa alasan, hal ini mereka lakukan agar tidak terjadi penyimpangan promo dalam marketplace.

Contoh nih tokopedia sedang memberikan promo gratis ongkir untuk barang dengan harga di atas 20k. kamu seorang dropshiper dan kamu mendapat order dengan harga 30k. otomatis buyer kamu di berikan gratis ongkir katakanlah senilai 15k jadi total belanja yang harusnya 45k di bayarkan oleh buyer, jadi tinggal 30k yang harus di bayarkan oleh buyer. 15k ongkirnya ditanggung tokopedia.

Nah kamu tetap akan dapat 45k dari closing penjualan tersebut. Lalu kamu melakukan order ke supplier dengan harga 25k, jadi kamu juga mendapatkan gratis ongkir. Jadi modal kamu 25k dan kamu dapat untuk 20k. artinya pemberian gratis ongkir dari tokopedia tidak terdistribusi sesuai dengan maksud dan tujaun dibuat promo gratis ongkir, yakni untuk pembeli atau buyer. Itu kenapa sekarang marketplace mulai membatasi dropshiper internal marketplace.

Ditambah lagi dengan adanya sistem resi otomatis. Apa itu sistem resi otomatis? Jadi sistem resi otomatis ini menjadi bentuk kerja sama marketplace dengan jasa ekspedisi seperti JNE dan J&T atau jasa ekspedisi lain. Dimana seller tidak perlu mengeluarkan uang untuk pengiriman barang “cashless” karena pembayaran ekspedisi akan langsung di transfer dari hasil penjualan ke pihak ekspedisi.

Hal ini menyulitkan dropshiper karena dengan sistem resi otomatis seller atau penjual wajib menyetorkan barang ke pihak ekspedisi dengan nomer resi yang sudah ter generate atau tertera dalam pesanan. Dengan kata lain dropshiper akan kesulitan karena tidak dapat melakukan prosedur tersebut.  Kecuali dia sudah memiliki channel yang bagus dengan supplier sehingga supplier mau membantu input resi otomatis.

Apakah Dropship Masih Oke?


Jadi apakah dropship masih oke? Ya menurut saya pribadi 50:50 ya. Tergantung produk, supplier, metode pemasaran dan management keuangan kamu. Sebenarnya banyak bisa kita temukan pemain – pemain besar yang malah menjadikan dropshiper sebagai pasar.

Maksudnya gimana? Jadi gini, kalian pernah gak liat ada postingan soal “sedang di butuhkan reseller 100 orang bla bla bla” atau “peluang usaha tanpa modal bla bla bla”. Sebenarnya mereka memberikan iming – iming kepada pemula untuk dijadikan target pasar. Lebih parahnya lagi tidak jarang dari pemain besar memberikan “harga” untuk bergabung menjadi resellernya. Bisa bayangin gak? Udah jadi target pasar, bantuin dia promosi produk, di suruh bayar pula. Kayak tebu nih ya, di peras sampek habis tak bersisa setetespun.

Mereka tidak begitu peduli sebenarnya kalian bisa melakukan penjulan atau tidak. Tidak ada yang namanya seleksi kan? Seperti sales marketing, mereka masih di seleksi dan di bayar. Yang penting kalian mau bayar.

Jadi untuk kalian yang mau mulai dropship, riset dari awal dan pelan – pelan saja. Investasi diri itu baik tapi jangan salah mengartikan. Investasi diri yang benar harusnya seperti kalian membeli kursus atau buku mengenai marketing. Itu jauh lebih bermanfaat daripada kalian mendaftarkan diri sebagai reseller.

Nah ini sudah akhir artikel, tapi di bawah kami sudah siapkan studi kasus yang akan di update dari waktu – kewaktu berdasarkan hasil riet kami di lapangan.

Studi Kasus


Akan Segera di update, ikuti kami di Instagram untuk menerima informasi postingan – postingan dan studi kasus dari pemuda kaya.

Related Posts