Rabu, 27 Mei 2020

Mengenal 3 Macam Model Bisnis Online

Halo temen-temen, kali ini pemudakaya.net akan membahas 3 macam model bisnis online. Sebelum terjun ke dunia bisnis online ada baiknya kita mengenali terlebih dahulu 3 macam bisnis online ini. Penggolongan ini dibuat berdasarkan pengamatan dan sudut pandang dari tim pemudakaya.net, jika ada yang kurang sepakat atau dirasa perlu di tambahkan silahkan tulis di kolom komentar.



Advertisement atau pengiklanan. Untuk kalian yang sempat mencoba atau berfikir untuk menjadi full time blogger atau youtuber pasti paham setidaknya dasar dari konsep model bisnis advertiment ini. Kurang lebih model bisnis advertisement membayar berdasarkan traffic atau jumlah pengunjung/penonton/pembaca yang melihat/berinteraksi/terjadi penjualan terhadap iklan yang di pasang.

Bisnis model ini pada awalnya tidak terorganisir sedemikian rupa seperti sekarang, terutama di Indonesia. Dulu para penulis blog yang merasa blog mereka memiliki cukup banyak traffic memasang slot iklan bulanan kepada khalayak umum. Namun seiring berjalannya waktu banyak perusahaan yang berfokus di bidang advertisement seperti yang paling populer “Google Adsense” datang dan menawarkan jasa pihak ke 3 yang menjadi perantara antara advertiser dan publisher.

Selain itu ada juga platform yang juga sudah menyediakan tempat untuk publisher dan calon pasar untuk saling berinteraksi atau bisa dibilang platform tersebut menyediakan pasarnya, seperti contoh youtube atau platform video stream lainnya.

Sebagai ilustrasi, kita umpamakan si ujang jualan bakso. Dia mau mempromosikan jualannya ke orang di daerah Jogjakarta. Lah dia ngiklan ke si parjo dengan bayaran 1000 perak per mangkuk bakso terjual. Si parjo punya bawahan namanya parman, paimin, dan parmin. Mereka ber 3 punya toko kelontong dan toko sembako di kompleks rumah mereka. Di pasanglah iklan tentang bakso si ujang di 3 toko tersebut.

Setelah terjadi penjualan (atau kriteria lain yang disepakati oleh pengiklan) si ujang memberikan uang pengiklanan ke parjo. Si parjo membagi hasil 32% buat parjo 68% buat parman,paimin dan parmin.

oke di lain kesempatan akan kami update lebih lengkap beserta studi kasus tentang model bisnis advertisement ini. Kita lanjut ke model bisnis model selanjutnya.

Goods or Services Sells


Good or Services Sells jika di terjemahkan “menjual barang atau jasa”. Mungkin untuk yang ini tidak perlu dijelaskan secara panjang lebar mengenai cara kerjanya. Secara garis besar penjualan barang (fisik maupun non fisik) atau jasa secara online kurang lebih sama dengan penjualan secara offline atau konvensional. Perbedaan paling mendasar dari penjualan barang/jasa secara online dan offline yakni metode pemasarannya.

Jika kita membicarakan keuntungan berjualan online tentu kita bisa menyebutkan banyak hal seperti contoh, tidak perlu sewa toko, bisa online 24 jam, cakupan yang lebih luas dan lain sebagainya. Tapi perlu kita akui bahwa dalam penjualan online ada yang namanya trust issue atau isu keterpercayaan.
Dalam marketing secara offline trust issue ini tertutupi oleh bentuk fisik. Ibarat jika kita beli sebuah barang dan apabila barang tersebut rusak atau tidak sesuai ekspekasi, bisa langsung komplain secara langsung. Berbeda dengan bisnis online. Jadi nyawa pertama berjualan online adalah “review”.

Percaya atau tidak review adalah senjata paling ampuh untuk berjualan. Kita akan bahas lain waktu.
Selain trust issue ada juga kekurangan dalam penjualan secara online. Penjualan offline kadang punya previlage waktu. Ada kebutuhan yang harus dipenuhi saat itu juga yang penjualan online tidak dapat penuhi walaupun yang dijual secara online itu lebih murah. Sebagai contoh si tarjo lagi mengerjakan revisi skripsi dari dosen pembimbing yang besok harus di presentasikan di sidang skripsi. Mendadak jam 8 malam charger laptopnya rusak dan batrai laptopnya drop. Pasti si tarjo akan mencari pinjaman, mencari toko elektronik yang masih buka di jam segitu dan sebisa mungkin dapat secepat mungkin.
Terlepas dari dua issue tersebut, berjualan secara online sangatlah menjanjikan asal tau dasar online marketing. Tentu kita bakal bahas beserta studi kasus mengenai hal ini di lain kesempatan.

Affiliation


Kalau kita membicarakan model bisnis affiliasi paling gampang kita beri contoh model bisnis MLM. Tapi tidak semua bisnis affiliasi itu MLM. Affiliasi adalah model bisnis dimana kita dibayar berdasarkan komisi yang sudah di tetapkan terhadap kriteria tertentu (biasanya penjualan barang atau deposit di akun pendaftar). 

Sebenarnya model bisnis ini sama seperti dropship, cuman bedanya kita Cuma “merekomendasikan” bukan “Menjual”. Dari hasil kita merekomendasikan tadi maka akan terjadi penjualan yang diharapkan oleh pihak pemilik produk dan dari hasil penjualan tadi maka kita akan mendapat komisi.
Bisnis affiliasi ini cukup menjanjikan jika kita mengafiliasikan produk yang bersifat “langganan” yang tiap bulannya harus di bayar. 

Sebagai ilustrasi, jika kita berhasil mendapat 1 refferal dengan komisi 300k setiap pembayaran dan di bulan selanjutnya kita berhasil mendapat 2 refferal dengan nilai yang sama maka semua komisi akan di akumulasikan sehingga kita bisa menghasilkan pasif income 900k perbulan dan bisa terus bertumbuh berdasarkan penambahan referral dan selagi referral memutuskan untuk terus berlangganan.

Pasti akan menarik jika kita melakukan studi kasus untuk model bisnis affiliasi ini. Tapi untuk sekarang cukup sampai disini untuk perkenalan 3 model bisnis versi pemudakaya.net. bagaimana menurut kalian? Tulis di kolom komentar di bawah. 

Salam Sukses.

Related Posts